Tampilkan postingan dengan label PENELITIAN KUANTITATIF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENELITIAN KUANTITATIF. Tampilkan semua postingan

Peran Media Massa Terhadap Perilaku Ibu Mencegah DBD

Posted by Tentang Penelitian 0 komentar
Asniati. 2005. Peran Media Massa Terhadap Perilaku Ibu Dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah Pada Rumah Tangga di Kota Yogyakarta.

Nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD)
Insiden demam berdarah dengue (DBD) meningkat secara dramatis khususnya di daerah tropis. DBD dapat menyebabkan kematian, diperkirakan 25 ribu orang meninggal akibat menderita DBD tiap tahunnya. Pengendalian dengan pengasapan dan abatisasi memang terbukti dapat menekan populasi nyamuk Aedes aegypti tetapi membutuhkan biaya yang mahal dan penggunaan dalam dosis yang kurang tepat dapat menimbulkan resistensi nyamuk terhadap insektisida. Cara yang paling baik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan memberantas jentik nyamuk penularnya melalui kegiatan 3 M (menguras, mengubur dan menutup). Upaya pencegahan ini dapat dilakukan ibu-ibu di rumah tangga masing-masing. Upaya pencegahan yang dilakukan oleh ibu-ibu dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pengaruh media massa, pengetahuan serta sikap ibu tentang DBD.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu-ibu dalam pencegahan demam berdarah di rumah tangga. Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional, besar sampel 100 orang ibu di rumah tangga. Pengumpulan data melalui kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat, bivariat dan multivariat.

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa variabel peran media massa bermakna secara statistik sebagai prediktor perilaku pencegahan DBD (P<0,05), dengan tingkat hubungan (r=0,352). Variabel pengetahuan dan sikap bermakna secara statistik dengan (P<0,05) tetapi memiliki hubungan yang negatif. Berdasarkan hasil tersebut sehingga dapat disimpulkan media massa dapat mempengaruhi perilaku ibu dalam pencegahan DBD di rumah tangga secara signifikan.

Dalam bentuk pdf, anda dapat mendownload Tesis ini secara lengkap melalui file Peran Media Massa Terhadap Perilaku Ibu Mencegah Demam Berdarah

Baca Selengkapnya ....

Hubungan Pemasaran Sosial dengan Peningkatan Kunjungan Rumah Sakit

Posted by Tentang Penelitian 0 komentar
Amirullah. 2012. Analisis Hubungan Pemasaran Sosial dengan Peningkatan Jumlah Kunjungan Di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar.

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pemasaran sosial (produk, harga, tempat, dan promosi) dengan peningkatan jumlah kunjungan di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar.

social marketingJenis penelitian adalah survey analitik dengan metode potong lintang. Sampel sebanyak 87 pasien rawat jalan yang menggunakan jasa pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square pada α < 5 %.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara produk dengan peningkatan jumlah kunjungan (p = 0,000). Ada hubungan antara harga dengan peningkatan jumlah kunjungan (p = 0,000).Ada hubungan antara tempat dengan peningkatan jumlah kunjungan (p = 0,000). Ada hubungan antara promosi dengan peningkatan jumlah kunjungan (p = 0,000). Promosi memiliki kontribusi yang paling besar terhadap peningkatan jumlah kunjungan di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar (Wald = 31,199).

Dalam bentuk pdf, anda dapat mendownload Tesis ini secara lengkap  melalui file Hubungan Pemasaran Sosial dengan Peningkatan Kunjungan Rumah Sakit.

Baca Selengkapnya ....

Dampak Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Pada Ibu Bersalin

Posted by asharologi 0 komentar
Henrick Sampeangin. 2012. Dampak Penyuluhan Inisiasi Menyusu Dini Pada Ibu Bersalin Di Kota Parepare.

Penelitian ini bertujuan menilai perbedaan pengetahuan ibu bersalin tentang IMD sebelum dan sesudah intervensi, menilai perbedaan sikap ibu bersalin sebelum dan sesudah intervensi, menilai tindakan ibu bersalin dalam pemberian IMD, dan menilai dampak penyuluhan IMD pada ibu bersalin setelah intervensi di Kota Parepare.

menyusui dini
Jenis penelitian adalah kuasi eksperimen dengan rancangan Non-Randomized Control Group Pretest-postest Design. Sampel sebanyak 200 orang ibu hamil yang usia kehamilannya 35-36 minggu di Kota Parepare, pada kelompok intervensi dan kontrol. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon, Mann-Whitney, dan Regresi Linear.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan ibu tentang inisiasi menyusu dini sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000). Ada perbedaan sikap ibu tentang inisiasi menyusu dini sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000). Sebanyak 55,0 % ibu melaksanakan inisiasi menyusu dini setelah mendapatkan intervensi. Pengaruh media yaitu pernah terpapar video IMD yang paling dominan berdampak terhadap pengetahuan ibu tentang inisiasi menyusu dini (p = 0,001), tidak ada satu pun variabel yang paling dominan berdampak terhadap sikap terhadap inisiasi menyusu dini (semua p > 0,05), serta pengaruh media (pernah terpapar video IMD) yang paling dominan berdampak terhadap tindakan inisiasi menyusu dini (p = 0,014).

Dinas Kesehatan Kota Parepare, Puskesmas, dan rumah sakit perlu mensosialisasikan pentingnya IMD kepada bidan sebagai tangan pertama yang dapat merangkul ibu hamil untuk melaksanakan IMD.

Dalam bentuk pdf, anda dapat mendownload Tesis ini selengkapnya melalui file Dampak Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Pada Ibu Bersalinsumber gambar: niniksaja.wordpress.com

Baca Selengkapnya ....

Pengaruh Teknologi Informasi Terhadap Perkembangan Moral Remaja

Posted by asharologi 0 komentar

Nirwana. 2008. Pengaruh Teknologi Informasi terhadap Perkembangan Moral Remaja di Kelurahan Lette Kecamatan Mariso Kota Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Ada tidaknya pengaruh teknologi informasi terhadap perkembangan moral remaja Kelurahan Lette Kecamatan Mariso Kota Makasar. (2) Upaya penanggulangan terhadap informasi yang dapat berpengaruh negatif terhadap perkembangan moral.

teknologi informasiSubjek pada studi ini adalah remaja Kelurahan Lette Kecamatan Mariso Kota Makassar dengan jumlah 2586 orang, jumlah sampel 96 orang dengan rentang usia berkisar 11 – 14 tahun sebanyak 29 orang (30,2 %), 15 – 19 tahun sebanyak 29 orang (30,2 %), dan usia 21 – 24 tahun sebanyak 38 orang (39,6 %). Sedangkan dari kualifikasi jenis kelamin, yakni 47 orang (49 %) laki-laki dan 49 orang (51 %) perempuan. Data diambil dengan cara proportional random sampling. 

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, angket model inventory, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif kecenderungan pemanfaatan teknologi informasi remaja Kelurahan Lette berada pada kategori sedang, yakni 44,8 %. Sementara kecenderungan perkembangan moral remaja Kelurahan Lette berada pada kategori, baik yakni 51,0%. 

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa penggunaan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap perkembangan moral remaja. Hal ini ditunjukkan oleh hasil korelasi kedua variabel tersebut memiliki nilai signifikasi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dengan nilai koefisin korelasi kontingensi sebesar 0,219, maka dari segi kekuatan hubungan disimpulkan pula bahwa hubungan yang terjadi yaitu hubungan rendah atau lemah. 

Meskipun secara perhitungan statistik, terdapat hubungan rendah antara teknologi informasi dengan perkembangan moral remaja di kelurahan Lette, tetapi pengaruh-pengaruh negatifnya tetap diantisipasi oleh remaja itu sendiri, tokoh pemuda, orang tua, dan aparat pemerintahan setempat. 

Hal demikian sesuai dengan hasil wawancara penulis mulai dari tanggal 25 – 27 Februari 2008, disimpulkan bahwa dalam upaya penanggulangan efek negatif dari pemanfaatan teknologi informasi, dengan banyaknya penyaluran berita atau informasi yang bermuatan pornografi dan pornoaksi melalui berbagai media, yakni bekerjasama dengan semua pihak dalam hal menangani persoalan-persoalan pemberitaan yang negatif, disamping memberi ruang aktivitas bagi remaja untuk lebih banyak beraktivitas yang sifatnya positif.

Dalam bentuk pdf, Anda dapat mendownload selengkapnya Skripsi Pengaruh Teknologi Informasi Terhadap Perkembangan Moral Remaja.
sumber gambar: koleksi pribadi


Baca Selengkapnya ....

Persepsi Guru Terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Posted by asharologi 0 komentar
Mahmud Arni. 2008. Persepsi Guru Bahasa Indonesia Terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

gambar KTSPPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui persepsi guru Bahasa Indonesia terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada SMA Negeri di Kabupaten Sinjai. Variabel dalam penelitian ini adalah Persepsi guru Bahasa Indonesia terhadap KTSP yang terdiri dari dua sub variabel: (1) Tingkat pengetahuan guru Bahasa Indonesia terhadap KTSP dengan indikator (a) Konsep dasar KTSP; (b) Ruang lingkup KTSP; (c) Proses pembelajaran; dan (d) Sistem penilaian KTSP pada SMA Negeri di Kabupaten Sinjai; 
(2) sikap guru Bahasa Indonesia terhadap KTSP dengan indikator (a) Konsep dasar KTSP; (b) Ruang lingkup KTSP; (c) Proses pembelajaran; dan (d) Sistem penilaian KTSP pada SMA Negeri di Kabupaten Sinjai. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel populasi. Subyek penelitian semua guru Bahasa Indonesia di Kabupaten Sinjai yang terdiri dari 25 orang.

Teknik pengumpulan data yaitu dengan tes pengetahuan terdiri dari 20 item dan angket sikap yang terdiri dari 32 item. Teknik analisis data dengan statistik deskriptif persentase. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan guru Bahasa Indonesia terhadap KTSP di SMA Negeri Kabupaten Sinjai dengan indikator (a) Konsep dasar KTSP dikategorikan Sangat tinggi dan Tinggi yakni 36%; (b) Ruang lingkup KTSP dikategorikan tinggi yakni 64%; (c) Proses pembelajaran dikategorikan sangat rendah yakni 32%; dan (d) Sistem penilaian KTSP dikategorikan cukup tinggi yakni 52%. 

Secara umum Tingkat pengetahuan dikategorikan tinggi yakni 60% dan sikap guru Bahasa Indonesia terhadap KTSP di SMA Negeri Kabupaten Sinjai dengan indikator (a) Konsep dasar KTSP dikategorikan Positif yakni 72%; (b) Ruang lingkup KTSP dikategorikan positif yakni 84%; (c) Proses pembelajaran dikategorikan positif yakni 80%; (d) Sistem penilaian KTSP dikategorikan Positif yakni 72%, secara umum sikap dikategorikan positif yakni 92%.

Dalam bentuk pdf, Anda dapat mendownload selengkapnya Skripsi Persepsi Guru Terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
sumber gambar: myindismart.blogspot.com

Baca Selengkapnya ....

Pengaruh Motivasi Belajar, Disiplin Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa

Posted by asharologi 0 komentar
Ashar. 2007. Pengaruh Motivasi Belajar dan Disiplin Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif Pada Mata Kuliah Perilaku Berkarya.


Penelitian ini merupakan penelitian ekspose-facto bersifat korelasional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama antara motivasi belajar dan disiplin terhadap prestasi belajar mahasiswa pendidikan teknik otomotif pada mata kuliah perilaku berkarya. Populasi penelitian 114 orang, jumlah sampel 53 orang mahasiswa diambil secara proportional random sampling

motivasi belajarHasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa motivasi belajar, disiplin dan prestasi belajar pada kategori cukup, yaitu (58%, 55% dan 61%). Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa motivasi belajar mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa pendidikan teknik otomotif pada mata kuliah perilaku berkarya di mana harga koefisien F hitung lebih besar dari F tabel (15,781 &gt; 4,03) pada taraf kesalahan 5%, sedangkan nilai R hitung lebih besar dari R tabel (0,486 &gt; 0,297), ini menunjukkan motivasi belajar berkorelasi positif dengan prestasi belajar mahasiswa pendidikan teknik otomotif pada mata kuliah perilaku berkarya. 

Disiplin juga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa pendidikan teknik otomotif pada mata kuliah perilaku berkarya di mana harga koefisien F hitung lebih besar dari F tabel (11,079 &gt; 4,03) pada taraf kesalahan 5%, sedangkan nilai R hitung lebih besar dari R tabel (0,422 &gt; 0,297), ini menunjukkan disiplin berkorelasi positif dengan prestasi belajar mahasiswa pendidikan teknik otomotif pada mata kuliah perilaku berkarya. 

Selain itu ditemukan pula bahwa motivasi belajar dan disiplin secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar di mana harga koefisien F hitung lebih besar dari F tabel (8,675 &gt; 3,18) pada taraf kesalahan 5%, sedangkan nilai R hitung lebih besar dari R table (0,508 &gt; 0,297), ini menunjukkan motivasi belajar dan disiplin secara bersama-sama berkorelasi positif dengan prestasi belajar mahasiswa pendidikan teknik otomotif pada mata kuliah perilaku berkarya. 

Nilai R Adjusted Square (koefisien determinasi disesuaikan) sebesar 0,228 yang berarti bahwa besarnya sumbangan efektif secara bersama-sama antara motivasi belajar dan disiplin terhadap prestasi belajar mahasiswa pendidikan teknik otomotif pada mata kuliah perilaku berkarya sebesar 22,8%. Hasil ini menunjukkan bahwa sebesar 77,2% prestasi belajar mahasiswa pendidikan teknik otomotif pada mata kuliah perilaku berkarya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.

Dalam bentuk pdf, anda dapat mendownload secara lengkap Skripsi Pengaruh Motivasi Belajar dan Disiplin Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa.
sumber gambar: womenworld.org

Baca Selengkapnya ....

Penerapan Pembelajaran Terbalik Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Posted by asharologi 0 komentar

Andi Satriani. 2009. Penerapan Pembelajaran Terbalik (Reciprocal Teaching) dalam Meningatkan Hasil Belajar Biologi Siswa

Metode pembelajaran terbalik (Reciprocal Teaching) merupakan suatu metode yang memandirikan siswa untuk belajar dengan menerapkan empat strategi, yaitu menyimpulkan bahan ajar, menyusun pertanyaan, menyelesaikan soal-soal, dan menjelaskan kembali pengetahuan yang diperolehnya.

pembelajaran terbalikPenelitian ini membahas tentang penerapan pembelajaran terbalik (Reciprocal Teaching) dalam meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA MAN Lappariaja Kab. Bone, dimana kelas XIa selaku kelompok kontrol dan kelas XIb selaku kelompok eksperimen dengan jumlah keseluruhan siswa 60 orang. 

Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes. Pengolahan data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran terbalik (bebas) dan hasil belajar biologi (terikat).

Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil belajar biologi yang menggunakan metode pembelajaran terbalik (Reciprocal Teaching). Dari perbandingan hasil belajar akhir siswa kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, rata-rata pada kelompok eksperimen 76,08 dalam interval 75-89 pada kategori tinggi dengan persentase 56,34%, sementara pada kelompok kontrol skor rata-ratanya sebesar 57,03 dalam interval 55-74 pada kategori rendah dengan persentase 63,34%.

Jadi hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan hasil belajar dari kategori rendah menjadi kategori tinggi dengan skor rata-rata 76,08. Hal ini berarti terdapat peningkatan yang maksimal dengan menggunakan metode pembelajaran terbalik (Reciprocal Teaching) dibanding tanpa menggunakan metode pembelajaran terbalik. Hasil analisis menunjukkan nilai H0 ditolak. Jadi ini berarti bahwa penggunaan metode pembelajaran terbalik (Reciprocal Teaching) mempunyai pengaruh positif terhadap penguasaan materi biologi siswa kelas XI IPA MAN Lappariaja Kab. Bone.

Dalam bentuk PDF, Anda dapat mendownload secara lengkap Skripsi Penerapan Pembelajaran Terbalik (Reciprocal Teaching) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa.
sumber gambar: wbungs.blogspot.com

Baca Selengkapnya ....

Faktor Pendukung Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Posted by asharologi 0 komentar

Herwin. 2009. Faktor Pendukung Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan di Jurusan Otomotif SMK Kartika VII-I Makassar dari aspek: (1) pemberian otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan dalam hal (a) kewenangan mengembangkan pembelajaran, (b) kewenangan menggali dan mengelola sumber dana; (2) partisipasi masyarakat dan orang tua siswa dalam hal (a) memberi bantuan dana, (b) menjadi nara sumber dalam kegiatan sekolah, (c) ikut serta merumuskan program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran; (3) kepemimpinan yang demokratis dan professional dalam hal (a) musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan, (b) bekerja berdasarkan job yang telah disepakati bersama; (4) tim kerja yang kompak dan transparan dalam hal (a) bekerjasama secara tim dalam meningkatkan mutu pembelajaran, (b) menilai masing-masing kelemahan diri dan berupaya memperbaiki dalam kerangka tim, (c) terbuka terhadap kritik dan saran yang sifatnya membangun, (d) serta transparansi penggunaan dana. 
KTSP
Populasi terdiri atas guru Jurusan Otomotif yang berjumlah 12 orang sekaligus selaku responden. Pengambilan data menggunakan teknik angket tertutup yang berskala nominal. Data di analisis dengan analisis frekuensi dan persentase. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada Jurusan Otomotif SMK Kartika VII-I Makassar pada aspek otonomi sekolah belum diterapkan secara luas; partisipasi masyarakat dan orang tua siswa cukup tinggi; kepemimpinan diterapkan secara demokratis dan profesional; serta tim kerja sekolah bekerja dengan kompak dan transparan. 

Dalam bentuk pdf, anda dapat mendownload selengkapnya Skripsi Faktor Pendukung Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
sumber gambar: blog.umy.ac.id 

Baca Selengkapnya ....

Gambaran Pelayanan Kesehatan Pada Pasien Jamkesmas

Posted by asharologi 0 komentar

jamkesmas
M. Amir. 2009. Gambaran Pelayanan Kesehatan Pada Pasien Jamkesmas.

Program pelayanan Jamkesmas harus dilakukan secara professional dan tanpa adanya kepentingan, hal ini merupakan bagian kecil dari asumsi masyarakat tentang pelayanan pasien Jamkesmas, yang semestinya tidak ada perbedaan pelayanan yang mendasar antara pasien Jamkesmas dengan pasien umum.

Penelitian ini bertujuan diketahuinya pelaksanaan pelayanan kesehatan peserta Jamkesmas di RSUD Daya Kota Makassar ditinjau dariaspek, pelayanan petugas kesehatan, pelayanan penunjang medis dan ketersediaan obat.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daya kota Makassar, dengan jumlah sampel sebesar 44 orang yang kemudian dijadikan sebagai responden.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 44 responden paling banyak yang responden yang menganggap pelayanan petugas kesehatan cukup baik yaitu 27 responden (61,4%) dibandingkan dengan pelayanan petugas kesehatan kurang yaitu 17 responden (38,6%). Dan yang menganggap pemeriksaan penunjang medis cukup baik yaitu 24 responden (54,5%) dibandingkan dengan pemeriksaan penunjang medis kurang baik yaitu 20 responden (45,5%). dan dari 44 responden yang menganggap ketersediaan obat lebih banyak yang menjawab ketersediaan obat kurang yaitu 28 responden (63,6%) dibandingkan dengan yang menjawab ketersediaan obat cukup yaitu 16 responden (36,4%).

Dari hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa petugas kesehatan pelayanan penunjang medis dan ketersediaan obat masih banyak mendapat keluhan dari masyarakat. Sehingga diharapkan agar pihak terkait lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga masyarakat pengguna Jamkesmas merasa tidak dibedakan-bedakan dengan pasien umum.

Dalam bentuk pdf, anda dapat mendownload selengkapnya Skripsi Gambaran Pelayanan Kesehatan Pada Pasien Jamkesmas.
sumber gambar: waspada.co.id

Baca Selengkapnya ....

Screening Hipertensi Di Warung Kopi Mamiri Tamalanrea

Posted by asharologi 0 komentar

Abdul Gafur, Wahyuni Langelo. 2011. Screening Hipertensi di Warung Kopi Mamiri Tamalanrea.

Hipertensi adalah salah satu penyebab kematian nomor satu secara global. Komplikasi pembuluh darah yang disebabkan hipertensi dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, infark jantung (penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan kerusakan jaringan), stroke, dan gagal ginjal. Komplikasi pada organ tubuh menyebabkan angka kematian yang tinggi. Gangguan kerja organ selain menyebabkan penderita, keluarga dan negara harus mengeluarkan lebih banyak biaya pengobatan dan perawatan, yang juga menurunkan kualitas hidup penderita.

Di banyak negara saat ini, prevalensi hipertensi meningkat sejalan dengan perubahan gaya hidup seperti merokok, obesitas, inaktivatas fisik, dan stres psikososial. Hipertensi sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat (public health problem) dan akan menjadi masalah yang lebih besar jika tidak ditanggulangi sejak dini. Pengendalian hipertensi, bahkan di negara majupun, belum memuaskan. Secara rata-rata, pengendalian hipertensi baru berhasil menurunkan prevalensi hingga 8%. Akan lebih baik jika penanganan hipertensi diintegrasikan dengan sistem kesehatan karena menyangkut aspek ketenagaan, sarana dan obat-obatan. Obat yang telah berhasil diproduksi teknologi kedokteran harganya masih relatif mahal sehingga menjadi kendala penanganan hipertensi, terutama bagi yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Berdasarkan data WHO dari 50% penderita hipertensi yang diketahui hanya 25% yang mendapat pengobatan, dan hanya 12,5% yang diobati dengan baik (Depkes RI,2007). 

Dalam bentuk pdf, anda dapat mendownload selengkapnya file Screening Hipertensi di Warung Kopi Mamiri Tamalanrea.
sumber gambar: harianjogja.com

Baca Selengkapnya ....

Artikel Paling Sering Didownload

Pengumuman

Kepada pengunjung blog ini diumumkan bahwa sejak september 2015 nama domain blog ini telah berubah dari tentang-penelitian.blogspot.com menjadi seputarpenelitian.blogspot.com
demikian, harap maklum.

admin
Template by Trik Mudah Seo | Copyright of Seputar Penelitian.