Tampilkan postingan dengan label SKRIPSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SKRIPSI. Tampilkan semua postingan

Pengaruh Teknologi Informasi Terhadap Perkembangan Moral Remaja

Posted by asharologi 0 komentar

Nirwana. 2008. Pengaruh Teknologi Informasi terhadap Perkembangan Moral Remaja di Kelurahan Lette Kecamatan Mariso Kota Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Ada tidaknya pengaruh teknologi informasi terhadap perkembangan moral remaja Kelurahan Lette Kecamatan Mariso Kota Makasar. (2) Upaya penanggulangan terhadap informasi yang dapat berpengaruh negatif terhadap perkembangan moral.

teknologi informasiSubjek pada studi ini adalah remaja Kelurahan Lette Kecamatan Mariso Kota Makassar dengan jumlah 2586 orang, jumlah sampel 96 orang dengan rentang usia berkisar 11 – 14 tahun sebanyak 29 orang (30,2 %), 15 – 19 tahun sebanyak 29 orang (30,2 %), dan usia 21 – 24 tahun sebanyak 38 orang (39,6 %). Sedangkan dari kualifikasi jenis kelamin, yakni 47 orang (49 %) laki-laki dan 49 orang (51 %) perempuan. Data diambil dengan cara proportional random sampling. 

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, angket model inventory, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif kecenderungan pemanfaatan teknologi informasi remaja Kelurahan Lette berada pada kategori sedang, yakni 44,8 %. Sementara kecenderungan perkembangan moral remaja Kelurahan Lette berada pada kategori, baik yakni 51,0%. 

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa penggunaan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap perkembangan moral remaja. Hal ini ditunjukkan oleh hasil korelasi kedua variabel tersebut memiliki nilai signifikasi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dengan nilai koefisin korelasi kontingensi sebesar 0,219, maka dari segi kekuatan hubungan disimpulkan pula bahwa hubungan yang terjadi yaitu hubungan rendah atau lemah. 

Meskipun secara perhitungan statistik, terdapat hubungan rendah antara teknologi informasi dengan perkembangan moral remaja di kelurahan Lette, tetapi pengaruh-pengaruh negatifnya tetap diantisipasi oleh remaja itu sendiri, tokoh pemuda, orang tua, dan aparat pemerintahan setempat. 

Hal demikian sesuai dengan hasil wawancara penulis mulai dari tanggal 25 – 27 Februari 2008, disimpulkan bahwa dalam upaya penanggulangan efek negatif dari pemanfaatan teknologi informasi, dengan banyaknya penyaluran berita atau informasi yang bermuatan pornografi dan pornoaksi melalui berbagai media, yakni bekerjasama dengan semua pihak dalam hal menangani persoalan-persoalan pemberitaan yang negatif, disamping memberi ruang aktivitas bagi remaja untuk lebih banyak beraktivitas yang sifatnya positif.

Dalam bentuk pdf, Anda dapat mendownload selengkapnya Skripsi Pengaruh Teknologi Informasi Terhadap Perkembangan Moral Remaja.
sumber gambar: koleksi pribadi


Baca Selengkapnya ....

Persepsi Guru Terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Posted by asharologi 0 komentar
Mahmud Arni. 2008. Persepsi Guru Bahasa Indonesia Terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

gambar KTSPPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui persepsi guru Bahasa Indonesia terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada SMA Negeri di Kabupaten Sinjai. Variabel dalam penelitian ini adalah Persepsi guru Bahasa Indonesia terhadap KTSP yang terdiri dari dua sub variabel: (1) Tingkat pengetahuan guru Bahasa Indonesia terhadap KTSP dengan indikator (a) Konsep dasar KTSP; (b) Ruang lingkup KTSP; (c) Proses pembelajaran; dan (d) Sistem penilaian KTSP pada SMA Negeri di Kabupaten Sinjai; 
(2) sikap guru Bahasa Indonesia terhadap KTSP dengan indikator (a) Konsep dasar KTSP; (b) Ruang lingkup KTSP; (c) Proses pembelajaran; dan (d) Sistem penilaian KTSP pada SMA Negeri di Kabupaten Sinjai. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel populasi. Subyek penelitian semua guru Bahasa Indonesia di Kabupaten Sinjai yang terdiri dari 25 orang.

Teknik pengumpulan data yaitu dengan tes pengetahuan terdiri dari 20 item dan angket sikap yang terdiri dari 32 item. Teknik analisis data dengan statistik deskriptif persentase. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan guru Bahasa Indonesia terhadap KTSP di SMA Negeri Kabupaten Sinjai dengan indikator (a) Konsep dasar KTSP dikategorikan Sangat tinggi dan Tinggi yakni 36%; (b) Ruang lingkup KTSP dikategorikan tinggi yakni 64%; (c) Proses pembelajaran dikategorikan sangat rendah yakni 32%; dan (d) Sistem penilaian KTSP dikategorikan cukup tinggi yakni 52%. 

Secara umum Tingkat pengetahuan dikategorikan tinggi yakni 60% dan sikap guru Bahasa Indonesia terhadap KTSP di SMA Negeri Kabupaten Sinjai dengan indikator (a) Konsep dasar KTSP dikategorikan Positif yakni 72%; (b) Ruang lingkup KTSP dikategorikan positif yakni 84%; (c) Proses pembelajaran dikategorikan positif yakni 80%; (d) Sistem penilaian KTSP dikategorikan Positif yakni 72%, secara umum sikap dikategorikan positif yakni 92%.

Dalam bentuk pdf, Anda dapat mendownload selengkapnya Skripsi Persepsi Guru Terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
sumber gambar: myindismart.blogspot.com

Baca Selengkapnya ....

Pengaruh Motivasi Belajar, Disiplin Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa

Posted by asharologi 0 komentar
Ashar. 2007. Pengaruh Motivasi Belajar dan Disiplin Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif Pada Mata Kuliah Perilaku Berkarya.


Penelitian ini merupakan penelitian ekspose-facto bersifat korelasional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama antara motivasi belajar dan disiplin terhadap prestasi belajar mahasiswa pendidikan teknik otomotif pada mata kuliah perilaku berkarya. Populasi penelitian 114 orang, jumlah sampel 53 orang mahasiswa diambil secara proportional random sampling. 

motivasi belajarHasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa motivasi belajar, disiplin dan prestasi belajar pada kategori cukup, yaitu (58%, 55% dan 61%). Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa motivasi belajar mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa pendidikan teknik otomotif pada mata kuliah perilaku berkarya di mana harga koefisien F hitung lebih besar dari F tabel (15,781 > 4,03) pada taraf kesalahan 5%, sedangkan nilai R hitung lebih besar dari R tabel (0,486 > 0,297), ini menunjukkan motivasi belajar berkorelasi positif dengan prestasi belajar mahasiswa pendidikan teknik otomotif pada mata kuliah perilaku berkarya. 

Disiplin juga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa pendidikan teknik otomotif pada mata kuliah perilaku berkarya di mana harga koefisien F hitung lebih besar dari F tabel (11,079 > 4,03) pada taraf kesalahan 5%, sedangkan nilai R hitung lebih besar dari R tabel (0,422 > 0,297), ini menunjukkan disiplin berkorelasi positif dengan prestasi belajar mahasiswa pendidikan teknik otomotif pada mata kuliah perilaku berkarya. 

Selain itu ditemukan pula bahwa motivasi belajar dan disiplin secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar di mana harga koefisien F hitung lebih besar dari F tabel (8,675 > 3,18) pada taraf kesalahan 5%, sedangkan nilai R hitung lebih besar dari R table (0,508 > 0,297), ini menunjukkan motivasi belajar dan disiplin secara bersama-sama berkorelasi positif dengan prestasi belajar mahasiswa pendidikan teknik otomotif pada mata kuliah perilaku berkarya. 

Nilai R Adjusted Square (koefisien determinasi disesuaikan) sebesar 0,228 yang berarti bahwa besarnya sumbangan efektif secara bersama-sama antara motivasi belajar dan disiplin terhadap prestasi belajar mahasiswa pendidikan teknik otomotif pada mata kuliah perilaku berkarya sebesar 22,8%. Hasil ini menunjukkan bahwa sebesar 77,2% prestasi belajar mahasiswa pendidikan teknik otomotif pada mata kuliah perilaku berkarya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.

Dalam bentuk pdf, anda dapat mendownload secara lengkap Skripsi Pengaruh Motivasi Belajar dan Disiplin Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa.
sumber gambar: womenworld.org

Baca Selengkapnya ....

Strategi Public Relations Distro Chambers Sebagai Referensi Fashion

Posted by asharologi 0 komentar

Ahmad Sawi. 2010. Strategi Public Relations Distro Chambers Makassar Dalam Mempertahankan Citra Sebagai Referensi Fashion Remaja.

Penelitian ini memakai metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus pada Chambers Makassar, pendekatan kualitatif holistik. Data primer penelitian ini adalah akivitas PR Chambers Makassar dan wawancara terhadap Manajemen PR & Promotion (Hardinansyah), Staf Promotion (Muh. Taufiq Hidayat), Team Kreatif/Designer (Syahrasi & Habiburrahman), General Manager (S. Prahmana Mallolo) distro CHAMBERS. Data sekunder adalah literatur yang berhubungan kajian penelitian ini serta dokumen resmi CHAMBERS.

Analisis data ini mengambil langkah deduktif induktif dalam kerangka kerja penelitiannya. Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan secara kualitatif dengan hasil wawancara dan pengamatan akan dipaparkan secara naratif dan melalui proses klasifikasi dan penarikan kesimpulan secara induktif.

Dari penelitian dengan pedoman penelitian diatas, maka didapatkan kesimpulan bahwa;
(1) Strategi public relations distro Chambers dalam membentuk citra postifnya, dilakukan dengan membangun brand image di segment pasarnya, yakni remaja urban. Terutama menjaga komunitas paling loyal, yakni komunitas remaja dan anak muda yang bergerak di wilayah indie, terutama musisi-musisi lokal beserta komunitas mereka.

(2) Beberapa faktor yang mempengaruhi Chambers dalam mempetahankan citranya adalah, kompetisi di bisnis retail ini semakin menjamur, yang biasanya mendompleng citra yang telah dibangun oleh pelaku industri kreatif fashion komunitas indie. Chambers terkendala pada sumber daya manusia yang bisa me_review 'citra' Chambers kepada konsumen yang lebih luas.

Dalam bentuk pdf, anda dapat mendownload selengkapnya Skripsi Strategi Public Relations Distro Chambers Makassar Dalam Mempertahankan Citra Sebagai Referensi Fashion Remaja.
sumber gambar: facebook.com/chmbrs

Baca Selengkapnya ....

Penerapan Pembelajaran Terbalik Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Posted by asharologi 0 komentar

Andi Satriani. 2009. Penerapan Pembelajaran Terbalik (Reciprocal Teaching) dalam Meningatkan Hasil Belajar Biologi Siswa. 

Metode pembelajaran terbalik (Reciprocal Teaching) merupakan suatu metode yang memandirikan siswa untuk belajar dengan menerapkan empat strategi, yaitu menyimpulkan bahan ajar, menyusun pertanyaan, menyelesaikan soal-soal, dan menjelaskan kembali pengetahuan yang diperolehnya.

pembelajaran terbalikPenelitian ini membahas tentang penerapan pembelajaran terbalik (Reciprocal Teaching) dalam meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA MAN Lappariaja Kab. Bone, dimana kelas XIa selaku kelompok kontrol dan kelas XIb selaku kelompok eksperimen dengan jumlah keseluruhan siswa 60 orang. 

Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes. Pengolahan data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran terbalik (bebas) dan hasil belajar biologi (terikat).

Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil belajar biologi yang menggunakan metode pembelajaran terbalik (Reciprocal Teaching). Dari perbandingan hasil belajar akhir siswa kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, rata-rata pada kelompok eksperimen 76,08 dalam interval 75-89 pada kategori tinggi dengan persentase 56,34%, sementara pada kelompok kontrol skor rata-ratanya sebesar 57,03 dalam interval 55-74 pada kategori rendah dengan persentase 63,34%.

Jadi hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan hasil belajar dari kategori rendah menjadi kategori tinggi dengan skor rata-rata 76,08. Hal ini berarti terdapat peningkatan yang maksimal dengan menggunakan metode pembelajaran terbalik (Reciprocal Teaching) dibanding tanpa menggunakan metode pembelajaran terbalik. Hasil analisis menunjukkan nilai H0 ditolak. Jadi ini berarti bahwa penggunaan metode pembelajaran terbalik (Reciprocal Teaching) mempunyai pengaruh positif terhadap penguasaan materi biologi siswa kelas XI IPA MAN Lappariaja Kab. Bone.

Dalam bentuk PDF, Anda dapat mendownload secara lengkap Skripsi Penerapan Pembelajaran Terbalik (Reciprocal Teaching) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa.
sumber gambar: wbungs.blogspot.com

Baca Selengkapnya ....

Faktor Pendukung Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Posted by asharologi 0 komentar

Herwin. 2009. Faktor Pendukung Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan di Jurusan Otomotif SMK Kartika VII-I Makassar dari aspek: (1) pemberian otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan dalam hal (a) kewenangan mengembangkan pembelajaran, (b) kewenangan menggali dan mengelola sumber dana; (2) partisipasi masyarakat dan orang tua siswa dalam hal (a) memberi bantuan dana, (b) menjadi nara sumber dalam kegiatan sekolah, (c) ikut serta merumuskan program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran; (3) kepemimpinan yang demokratis dan professional dalam hal (a) musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan, (b) bekerja berdasarkan job yang telah disepakati bersama; (4) tim kerja yang kompak dan transparan dalam hal (a) bekerjasama secara tim dalam meningkatkan mutu pembelajaran, (b) menilai masing-masing kelemahan diri dan berupaya memperbaiki dalam kerangka tim, (c) terbuka terhadap kritik dan saran yang sifatnya membangun, (d) serta transparansi penggunaan dana. 
KTSP
Populasi terdiri atas guru Jurusan Otomotif yang berjumlah 12 orang sekaligus selaku responden. Pengambilan data menggunakan teknik angket tertutup yang berskala nominal. Data di analisis dengan analisis frekuensi dan persentase. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada Jurusan Otomotif SMK Kartika VII-I Makassar pada aspek otonomi sekolah belum diterapkan secara luas; partisipasi masyarakat dan orang tua siswa cukup tinggi; kepemimpinan diterapkan secara demokratis dan profesional; serta tim kerja sekolah bekerja dengan kompak dan transparan. 

Dalam bentuk pdf, anda dapat mendownload selengkapnya Skripsi Faktor Pendukung Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
sumber gambar: blog.umy.ac.id 

Baca Selengkapnya ....

Metode Pembelajaran Karyawisata dalam Meningkatkan Kreativitas Menulis Puisi

Posted by asharologi 0 komentar

Nurhidayat. 2010. Penerapan Metode Pembelajaran Karyawisata dalam Meningkatkan Kreativitas Menulis Puisi Siswa. 

Penelitian ini bertujuan untuk merancang (1) perencanaan penerapan metode pembelajaran karyawisata dalam meningkatkan kreativitas menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Turatea Kabupaten Jeneponto, (2) pelaksanaan penerapan metode pembelajaran kreativitas menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Turatea Kabupaten Jeneponto,(3) evaluasi/penilaian penerapan metode pembelajaran karyawisata dalam meningkatkan kreativitas menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Turatea Kabupaten Jeneponto.

gambar pembelajaran karyawisataPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus, masing-masing siklus dilaksanakan dalam empat tahap. Data tentang observasi siswa dianalisis secara kualitatif yaitu dengan menggunakan lembar observasi keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran, adapun hasil menulis puisi siswa dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan metode pembelajaran karyawisata dalam meningkatkan kreativitas siswa kelas VII SMP Negeri 2 Turatea Kabupaten Jeneponto pada siklus I dinyatakan belum berhasil karena di dalam proses pembelajaran motivasi dan kreativitas siswa menulis puisi belum mencapai indikator yang ingin dicapai dalam penerapan metode pembelajaran karyawisata; (2) penerapan metode pembelajaran karyawisata pada siklus II dinyatakan berhasil dalam meningkatkan kreativitas menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Turatea Kabupaten Jeneponto.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada: (1) guru kelas VII SMP Negeri 2 Turatea Kabupaten Jeneponto untuk menerapkan metode pembelajaran karyawisata; (2) Kompetensi guru kelas VII smp negeri 2 turatea kabupaten jeneponto dalam menerapkan metode pembelajaran karyawisata tidak monoton dan mengarahkan siswa dalam meningkatkan daya imajinasi siswa; (3) para peneliti dibidang yang sama agar melakukan penelitian lebih lanjut tentang penerapan metode pembelajaran karyawisata dalam meningkatkan kreativitas siswa dalam menulis puisi.

Dalam bentuk PDF, anda dapat mendownload selengkapnya Skripsi Penerapan Metode Pembelajaran Karyawisata dalam Meningkatkan Kreativitas Menulis Puisi Siswa.
sumber gambar: smpmuhammadiyah13jkt.wordpress.com 

Baca Selengkapnya ....

Gambaran Pelayanan Kesehatan Pada Pasien Jamkesmas

Posted by asharologi 0 komentar

jamkesmas
M. Amir. 2009. Gambaran Pelayanan Kesehatan Pada Pasien Jamkesmas.

Program pelayanan Jamkesmas harus dilakukan secara professional dan tanpa adanya kepentingan, hal ini merupakan bagian kecil dari asumsi masyarakat tentang pelayanan pasien Jamkesmas, yang semestinya tidak ada perbedaan pelayanan yang mendasar antara pasien Jamkesmas dengan pasien umum.

Penelitian ini bertujuan diketahuinya pelaksanaan pelayanan kesehatan peserta Jamkesmas di RSUD Daya Kota Makassar ditinjau dariaspek, pelayanan petugas kesehatan, pelayanan penunjang medis dan ketersediaan obat.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daya kota Makassar, dengan jumlah sampel sebesar 44 orang yang kemudian dijadikan sebagai responden.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 44 responden paling banyak yang responden yang menganggap pelayanan petugas kesehatan cukup baik yaitu 27 responden (61,4%) dibandingkan dengan pelayanan petugas kesehatan kurang yaitu 17 responden (38,6%). Dan yang menganggap pemeriksaan penunjang medis cukup baik yaitu 24 responden (54,5%) dibandingkan dengan pemeriksaan penunjang medis kurang baik yaitu 20 responden (45,5%). dan dari 44 responden yang menganggap ketersediaan obat lebih banyak yang menjawab ketersediaan obat kurang yaitu 28 responden (63,6%) dibandingkan dengan yang menjawab ketersediaan obat cukup yaitu 16 responden (36,4%).

Dari hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa petugas kesehatan pelayanan penunjang medis dan ketersediaan obat masih banyak mendapat keluhan dari masyarakat. Sehingga diharapkan agar pihak terkait lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga masyarakat pengguna Jamkesmas merasa tidak dibedakan-bedakan dengan pasien umum.

Dalam bentuk pdf, anda dapat mendownload selengkapnya Skripsi Gambaran Pelayanan Kesehatan Pada Pasien Jamkesmas.
sumber gambar: waspada.co.id

Baca Selengkapnya ....

Artikel Paling Sering Didownload

Pengumuman

Kepada pengunjung blog ini diumumkan bahwa sejak september 2015 nama domain blog ini telah berubah dari tentang-penelitian.blogspot.com menjadi seputarpenelitian.blogspot.com
demikian, harap maklum.

admin
Template by Trik Mudah Seo | Copyright of Seputar Penelitian.