Tampilkan postingan dengan label PENELITIAN KUALITATIF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENELITIAN KUALITATIF. Tampilkan semua postingan

Upaya Pencegahan-Pengobatan IMS Kalangan Gay

Posted by asharologi 0 komentar
Farit Rezal. 2012. Upaya-upaya Pencegahan dan Pola Pencarian Pengobatan terhadap Infeksi Menular Seksual (IMS) Di Kalangan “Laki-laki yang Suka Berhubungan Seks dengan Laki-laki” (LSL/GAY) Di Kota Makassar.

Infeksi Menular Seksual (IMS) telah lama dikenal dan beberapa diantaranya sangat populer di Indonesia. Beberapa tahun terakhir ini tampak kecenderungan meningkatnya prevalensi IMS hingga 10% pada beberapa kelompok Pekerja Seks Komersial (PSK) dan sebesar 35% pada kelompok homoseksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku LSL dalam melakukan upaya pencegahan setelah menderita IMS dan pola pencarian pengobatan terhadap IMS. 
gambar Gay
Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, informan yang dalam penelitian ini adalah komunitas LSL di Kota Makassar yang pernah menderita IMS. Informan dipilih dengan Snowball Research Strategies dan dianalisis dengan menggunakan metode content analysis (analisis isi).

Hasil penelitian menunjukan bahwa yang melatar belakangi informan memilih identitas seksual sebagai LSL adalah kekerasan seksual, pergaulan tidak sehat semasa remaja, kekecewaan terhadap lawan jenis dan faktor ekonomi. Orientas iseksual yang berbeda memicu perilaku seksual informan yang beresiko terhadap penularan IMS dimana kepercayaan awam merupakan usaha pencegahan yang mereka tempuh pada saat berhubungan seksual baik dengan pasangan laki-laki maupun perempuannya. Peran Yayasan Gaya Celebes, media informasi, serta konseling yang mereka ikuti menginisiasi perubahan perilaku komunitas LSL di Kota Makassar untuk melakukan hubungan seksual yang aman. Namun dalam usaha pengobatan komunitas ini masih menerapkan konsep menjadi dokter buat diri sendiri, karena dipengaruhi oleh norma subjektif pada saat mereka tertular IMS.

Hasil penelitian ini menyarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut yang mengkaji beberapa upaya-upaya pencegahan medis tidak hanya terbatas pada kepercayaan awam yang merupakan perspektif keliru komunitas ini dan pola pencarian pengobatan IMS. Selain itu lintas sektoral dapat membuat rancangan sebuah model penyuluhan efektif berupa iklan di beberapa hotspot di tempat-tempat nongkrong para LSL.

Dalam bentuk pdf, anda dapat mendownload Tesis ini selengkapnya melalui file Upaya Pencegahan-Pengobatan IMS Di Kalangan Gay.
sumber gambar: tribunnews.com

Baca Selengkapnya ....

Strategi Public Relations Distro Chambers Sebagai Referensi Fashion

Posted by asharologi 0 komentar

Ahmad Sawi. 2010. Strategi Public Relations Distro Chambers Makassar Dalam Mempertahankan Citra Sebagai Referensi Fashion Remaja.

Penelitian ini memakai metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus pada Chambers Makassar, pendekatan kualitatif holistik. Data primer penelitian ini adalah akivitas PR Chambers Makassar dan wawancara terhadap Manajemen PR & Promotion (Hardinansyah), Staf Promotion (Muh. Taufiq Hidayat), Team Kreatif/Designer (Syahrasi & Habiburrahman), General Manager (S. Prahmana Mallolo) distro CHAMBERS. Data sekunder adalah literatur yang berhubungan kajian penelitian ini serta dokumen resmi CHAMBERS.

Analisis data ini mengambil langkah deduktif induktif dalam kerangka kerja penelitiannya. Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan secara kualitatif dengan hasil wawancara dan pengamatan akan dipaparkan secara naratif dan melalui proses klasifikasi dan penarikan kesimpulan secara induktif.

Dari penelitian dengan pedoman penelitian diatas, maka didapatkan kesimpulan bahwa;
(1) Strategi public relations distro Chambers dalam membentuk citra postifnya, dilakukan dengan membangun brand image di segment pasarnya, yakni remaja urban. Terutama menjaga komunitas paling loyal, yakni komunitas remaja dan anak muda yang bergerak di wilayah indie, terutama musisi-musisi lokal beserta komunitas mereka.

(2) Beberapa faktor yang mempengaruhi Chambers dalam mempetahankan citranya adalah, kompetisi di bisnis retail ini semakin menjamur, yang biasanya mendompleng citra yang telah dibangun oleh pelaku industri kreatif fashion komunitas indie. Chambers terkendala pada sumber daya manusia yang bisa me_review 'citra' Chambers kepada konsumen yang lebih luas.

Dalam bentuk pdf, anda dapat mendownload selengkapnya Skripsi Strategi Public Relations Distro Chambers Makassar Dalam Mempertahankan Citra Sebagai Referensi Fashion Remaja.
sumber gambar: facebook.com/chmbrs

Baca Selengkapnya ....

Metode Pembelajaran Karyawisata dalam Meningkatkan Kreativitas Menulis Puisi

Posted by asharologi 0 komentar

Nurhidayat. 2010. Penerapan Metode Pembelajaran Karyawisata dalam Meningkatkan Kreativitas Menulis Puisi Siswa. 

Penelitian ini bertujuan untuk merancang (1) perencanaan penerapan metode pembelajaran karyawisata dalam meningkatkan kreativitas menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Turatea Kabupaten Jeneponto, (2) pelaksanaan penerapan metode pembelajaran kreativitas menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Turatea Kabupaten Jeneponto,(3) evaluasi/penilaian penerapan metode pembelajaran karyawisata dalam meningkatkan kreativitas menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Turatea Kabupaten Jeneponto.

gambar pembelajaran karyawisataPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus, masing-masing siklus dilaksanakan dalam empat tahap. Data tentang observasi siswa dianalisis secara kualitatif yaitu dengan menggunakan lembar observasi keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran, adapun hasil menulis puisi siswa dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan metode pembelajaran karyawisata dalam meningkatkan kreativitas siswa kelas VII SMP Negeri 2 Turatea Kabupaten Jeneponto pada siklus I dinyatakan belum berhasil karena di dalam proses pembelajaran motivasi dan kreativitas siswa menulis puisi belum mencapai indikator yang ingin dicapai dalam penerapan metode pembelajaran karyawisata; (2) penerapan metode pembelajaran karyawisata pada siklus II dinyatakan berhasil dalam meningkatkan kreativitas menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Turatea Kabupaten Jeneponto.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada: (1) guru kelas VII SMP Negeri 2 Turatea Kabupaten Jeneponto untuk menerapkan metode pembelajaran karyawisata; (2) Kompetensi guru kelas VII smp negeri 2 turatea kabupaten jeneponto dalam menerapkan metode pembelajaran karyawisata tidak monoton dan mengarahkan siswa dalam meningkatkan daya imajinasi siswa; (3) para peneliti dibidang yang sama agar melakukan penelitian lebih lanjut tentang penerapan metode pembelajaran karyawisata dalam meningkatkan kreativitas siswa dalam menulis puisi.

Dalam bentuk PDF, anda dapat mendownload selengkapnya Skripsi Penerapan Metode Pembelajaran Karyawisata dalam Meningkatkan Kreativitas Menulis Puisi Siswa.
sumber gambar: smpmuhammadiyah13jkt.wordpress.com 

Baca Selengkapnya ....

Hubungan Lingkungan Kerja Terhadap Stres Karyawan

Posted by asharologi 0 komentar

Amirullah. 2010. Hubungan Lingkungan Kerja Terhadap Tingkat Stres Karyawan.

gambar orang stresSeiring dengan persaingan perusahaan yang makin berkembang dan menuntut kinerja yang semakin maksimal, sangat berpengaruh besar pada stress kerja. Perusahaan-perusahaan dihadapkan pada mayoritas kerja yang penuh dengan stres. Stres kerja kerap menjangkit banyak pihak ditempat kerja, sehingga banyak sekali orang mencari ketegangan untuk mendapatkan sedikit kesenangan setelah berjam-jam dihadapkan pada suatu pekerjaan yang penuh dengan stres seperti menonton pertandingan. 

Semakin stres dan menegangkan maka akan semakin seru, namun akan lain ceritanya kalau kita mengartikan stres sebagai keadaan di bawah tekanan, dan tentunya yang ada dibayangan kita adalah suatu ketegangan, kelelahan, kecemasan, depresi, rasa khawatir, bahkan kemarahan. Tak jarang orang menganggap bahwa kerja adalah sumber stres yang paling relevan dan sebaliknya rekreasi, cuti, atau liburan adalah sumber pelepasnya. Hal ini menyebabkan pengertian stres bergeser ke arah yang negatif, sehingga semua ingin menghindarinya. Reaksi orang tidak akan sama terhadap situasi stres yang sama.

Stres yang dialami seseorang sebenarnya berada dibawah kontrol orang itu sendiri, karena masalahnya ada didalam cara seseorang tersebut mempersepsikannya. Setiap aspek di pekerjaan dapat membangkitkan stres. Sumber stres yang menyebabkan seseorang tidak berfungsi secara optimal, atau yang menyebabkan seseorang jatuh sakit, tidak saja datang dari satu macam pembangkit stres, tetapi datang dari beberapa macam pembangkit stres, dan sebagian besar adalah dari waktu manusia bekerja, karena lingkungan pekerjaan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kesehatan seseorang bekerja. 

Hasil penelitian Hurrell dkk (Munandar, 2001) suara yang bising, lingkungan kerja yang kotor dan tidak sehat oleh para pekerja pabrik di nilai sebagai faktor yang tinggi sebagai pembangkit stres. Menurut para ahli, stres kerja dapat menimbulkan dampak yang baik sekaligus dampak yang buruk juga bagi yang bersangkutan dan organisasi atau perusahaan. Stres yang terlalu banyak akan membuat kesehatan seseorang menurun dan cenderung tidak produktif, tetapi sebaliknya stres dalam jumlah yang kecil akan bermanfaat karena dapat membantu memusatkan perhatian dan kinerja karyawan. 

Dalam bentuk PDF, anda dapat mendownload Makalah ini secara lengkap melalui file Hubungan Lingkungan Kerja Terhadap Tingkat Stres Karyawan.
image source by europeancleaningjournal.com

Baca Selengkapnya ....

Analisa Faktor Penghambat Tidak Berhasilnya Pelaksanaan Desa Siaga

Posted by asharologi 0 komentar
Ridwan. 2012. Analisa Faktor Penghambat Tidak Berhasilnya Pelaksanaan Desa Siaga Di Desa Tongko Kecamatan Lage Kabupaten Poso.

Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi secara mendalam tentang faktor tidak berhasilnya pelaksanaan program desa siaga di desa Tongko, terutama masalah sumberdaya manusianya, keaktifan tenaga pelaksana, pemberdayaan masyarakat, fasilitas sarana dan prasarana, evaluasi dan pelaporan.
desa siagaPenelitian ini bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.  Informan diambil dari pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten, Puskesmas, Desa, Bidan dan Kader Kesehatan. Data dianalisa dengan analisis kualitatif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumberdaya manusia yang meliputi sosialisasi dan advokasi, pelatihan tenaga pelaksana, keaktifan tenaga pelaksana dan pergerakan pemberdayaan masyarakat tidak berjalan maksimal. Pengembangan sarana pendukung seperti poskesdes dan wadah forum desa tidak berjalan maksimal. Dalam tahap pemantauan dan pelaporan juga tidak berjalan dengan baik, karena tidak adanya format pelaporan yang jelas. Dapat di simpulkan bahwa desa siaga tidak berjalan dengan baik.

Disarankan kepada dinas kesehatan agar mengupayakan dalam pelaksanaan program harus didukung oleh stake holder agar sosialisasi dan advokasi program-program dapat dilaksanakan dengan baik. Pada tingkat puskesmas dan tenaga pelaksana di desa agar dapat melakukan pendekatan secara terus menerus kepada masyarakat agar masyarakat dapat dan mau membantu/merespon program desa siaga secara maksimal.***

Dalam bentuk pdf, Anda dapat mendownload Tesis ini selengkapnya melalui file Analisa Faktor Penghambat Tidak Berhasilnya Pelaksanaan Desa Siaga.
sumber gambar: promkesbangli.blogspot.com

Baca Selengkapnya ....

Artikel Paling Sering Didownload

Pengumuman

Kepada pengunjung blog ini diumumkan bahwa sejak september 2015 nama domain blog ini telah berubah dari tentang-penelitian.blogspot.com menjadi seputarpenelitian.blogspot.com
demikian, harap maklum.

admin
Template by Trik Mudah Seo | Copyright of Seputar Penelitian.